1. Akar
Pohon Damar termasuk pohon dengan akar tunggang. Akar tunggang adalah akar tanaman yang berupa akar besar dan bagian dari kelanjutan batang. Pada bagian akar utamanya terdapat banyak cabang akar yang berukuran lebih kecil dari akar utamanya.
.
2. Batang
3. Daun
4. Bunga
Pohon damar memiliki bunga dengan kelamin terpisah antara betina dan jantan. Bunga jantan terletak di ujung daun dengan tangkai pendek. Bentuk bunganya silinder dengan diameter 15 mm dan panjang 3-5 cm. Berbeda dengan bunga betina, ukuran diameternya sekitar 6-7 cm dengan panjang 6-8 cm. Permukaan bunga betina maupun jantan ditutupi sisik yang tersusun rapi.
5. Buah
Buah yang dihasilkan pohon ini mirip seperti buah pinus yang berbentuk konus di mana permukaannya dilapisi sisik yang tersusun rapi dan mengelilingi poros buah tersebut. Buah ini memiliki daging yang tebal dan juga biji. Ukurannya sekitar 6 mm dengan warna putih kekuningan.
6. Biji
Biji dari buah ini berwarna coklat yang berbentuk lonjong dengan panjang sekitar 10-11 mm dan lebar 8 mm. Bijinya memiliki daya kecambah yang dipengaruhi oleh tempat keberadaannya. Misalnya ketika baru dipetik, biji ini memiliki daya kecambah sekitar 90 hingga 100% apabila disimpan selama kurang lebih seminggu maka daya kecambahnya menurun per 10%. Oksidasi yang ada dapat mempengaruhi daya kecambah bijinya.
Secara alami, pohon damar dapat hidup di lingkungan hutan hujan dataran rendah. Untuk pertumbuhan yang maksimal, lingkungan yang cocok untuk pohon ini adalah di ketinggian 1200 mdpl di atas permukaan laut. Sehingga, khususnya di Pulau Jawa, pohon ini sering ditemui di hutan pegunungan. Pohon asli Indonesia ini dapat tumbuh tegak lurus ke atas sekitar 60-65 meter sehingga cocok untuk dijadikan peneduh dan memberikan suasana asri di tepi jalan. Pohon ini menyebar di sejumlah wilayah Indonesia seperti hutan Jawa, Maluku, Sulawesi, Papua hingga kepulauan Filipina. Khususnya di daerah Pesisir Barat Indonesia, pohon damar memiliki peran penting dalam perekonomian daerah tersebut. Sekitar 60% di daerah tersebut merupakan hutan dengan produk unggulan daerah Krui, Lampung Barat.
a. Reproduksi Seksual
Penyerbukan pada pohon damar dengan biji terbuka adalah menempelnya serbuk sari ke mikrofil (liang bakal biji). Dan terjadi pembuahan tunggal. Pada proses penyerbukan biji terbuka biasanya di bantu dengan angin. Alat reproduksi biji terbuka berupa srobilus jantan dan srobilus betina.
Sebagai salah satu pohon yang memiliki nilai ekonomis, pohon damar memiliki daya tarik yang cukup tinggi. Untuk membudidayakannya perlu diawali dengan menggunakan bibit sempurna, bibit yang sudah melalui proses inspeksi. Hal yang sangat wajib diperhatikan adalah tanah yang subur dan pemberian pupuk secara berkala. Selain itu, pastika untuk membersihkan pohon dari gulma seperti codot. Untuk mendapatkan hasil yang terbaik, penanaman bibit pohon damar dilakukan pada musim hujan. Karena hujan memberikan cadangan air yang cukup banyak bagi pohon. Pohon satu ini juga perlu tumbuh bersamaan dengan pohon naungan seperti pohon akasia agar pohon yang masih muda dapat tumbuh dengan baik. Singkatnya, untuk mendapatkan pohon damar yang berkualitas dan subur kita perlu menanamnya di atas ketinggian 400 meter dari permukaan laut dengan curah hujan yang tinggi. Unsur tanah yang akan ditanaminya juga perlu diperhatikan, yaitu jenis tanah yang gembur dan subur.
Pohon damar sering dimanfaatkan sebagai pohon peneduh di taman, hutan kota maupun tepi jalan. Meskipun tajuknya tidak lebar, pohon ini cocok dijadikan pohon peneduh karena ketinggiannya. Pemanfaatan pohon satu ini sebagai peneduh dapat ditemui di sepanjang Jalan Dago, Bandung dan pintu masuk ITB Jatinangor, Sumedang.
Getah yang dihasilkan dari pohon damar dihasilkan dari pepagan atau kulit batang yang robek. Getah tersebut biasanya dibekukan dan disebut dengan kopal. Kopal memiliki kandungan resin, minyak atsiri dan asam resinol sekaligus. Kopal ini biasa digunakan sebagai bahan perekat pada penambal gigi, perekat plester, dan bahan dasar cairan pelapis kertas agar tinta tak menyebar. Selain itu, kopal juga dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan cat, tinta, kosmetik, korek api, pembuatan plastik hingga lilin. Kayu dari pohon damar yang disebut sebagai kayu agatis juga kerap dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dalam konstruksi bangunan. Meskipun kayunya tidak terlalu padat dengan kerapatan 380-660 kg/m³ dan kurang awet, kayu yang berwarna keputih-putihan ini umumnya digunakan sebagai papan dibawah atap rumah. Karena manfaatnya memiliki nilai yang cukup tinggi yang membuat pohon ini tereksploitasi dan populasinya semakin terbatas. Maka daripada itu IUCN sudah mencantumkan pohon ini dengan status rentan.
a. Ekonomi
Di ekspor dengan nilai yang tinggi.
b. Kesehatan
Getah yang dibekukan menjadi kopal dapat menjadi penambal pada gigi yang berlubang.
c. Industri
Getah yang dihasilkan pohon Damar sebagai zat pewarna dalam industry.
d. Lingkungan
Karena pohon Damar itu tinggi menjadikan pohon ini sebgai peneduh di sepanjang jalan.
Lingkungan SMA Negeri 7 Puroworejo
https://www.sman7purworejo.sch.id/
http://photocellphone.blogspot.com/2013/11/pohon-damar.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Damar_%28pohon%29
https://gambarbagiantumbuhan.blogspot.com/2019/09/gambar-daun-pohon-damar.html
https://hijaukan.com/pohon-damar/
https://dosenpertanian.com/tanaman-damar/
https://www.gbif.org/species/5284442
Guru Pembimbing: Dra. Asiyah
Konten: Degian Sahila Faza (X MIPA 4)
Editor: Zahra Aptari
Admin: Risang Palgunadi, S. Hum.; Sophia Saphira
TA 2021/2022