1. Akar
Akar bambu terdiri atas rimpang (rhizon) yang berbuku dan beruas. Pada buku akan ditumbuhi oleh serabut dan tunas yang dapat tumbuh menjadi batang. Sedangkan batang bambu berbentuk silindris, berbuku-buku, beruas-ruas berongga, berdinding keras, pada setiap buku terdapat mata tunas atau cabang.
2. Batang
Batang bambu berbentuk silindris, berbuku-buku, beruas-ruas berongga, berdinding keras, dan pada setiap buku memiliki tunas atau cabang. Tinggi tanaman berkisar 0,3-30 meter, batang berdiameter 0,25-25 cm dan memiliki ketebalan dinding sampai 25 mm.
3. Daun
Bambu memiliki daun yang lengkap, yaitu terdiri daru pelepah daun, helaian daun, serta tangkai daun. Daunnya adalah jenis pertulangan sejajar, yakni ada satu tulang daun berukuran besar yang berada di tengah dan tulang daun kecil disekitarnya yang tersusun secara sejajar. Ujung daun bambu berbentuk runcing, rata pada bagian tepi, berbentuk lanset, serta teksturnya mirip kertas. Permukaan daun bambu bagian atas berwarna hijau terang dan bagian bawahnya berwarna hijau lebih gelap dengan bulu-bulu kasar.
4. Bunga
Seperti kebanyakan rerumputan, bambu tumbuh dan berbunga, menghasilkan biji dan mati. karena bambu sangat jarang berbunga, biasanya di kembangbiakan secara vegetatif. bambu jenis menjalar biasanya di kembangbiakan dengan potongan rhizomanya. Sedangkan bambu rumpun biasanya dikembangbiakkan dengan potongan batang bambu yang menyertakan ruas yang memiliki batang tunas. cabang tunas ini nantinya akan membentuk akar dan menghasilkan rizoma dan batang bambu baru.
5. Buah
Tanaman bambu memiliki buah berwarna hijau dan memiliki bentuk mirip seperti bawang dan memiliki ukuran yang berdiameter kurang lebih 4 - 7 cm.
Habitat bambu umumnya ditemukan di daerah-daerah dengan berbagai jenis iklim, mulai dari daerah beriklim tropis panas hingga daerah yang memiliki iklim dingin pegunungan. Sebaran tanaman ini di dunia umumnya ditemukan di sepanjang Asia Timur tepatnya pada 50o Lintang Utara di daerah Sakhalian hingga Australia bagian utara, dan di Sub Sahara Afrika, India bagian barat hingga Himalaya, dan juga di Amerika dari Amerika bagian Utara (pertengahan Atlantik) hingga Amerika bagian Selatan (Chili dan Argentina), hingga mencapai titik paling selatan tepatnya pada 470 Lintang Selatan. Di Benua Eropa tidak ditemukan spesies bambu endemik. Sementara di Indonesia, habitatnya ditemukan di hampir seluruh wilayah Indonesia. Indonesia memiliki spesies bambu endemik, seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.
a. Generatif
Perkembangbiakan tanaman secara generatif bisa dilakukan melalui bunga. Tanaman bambu juga menghasilkan bunga untuk berkembang biak secara generatif.
b. Vegetatif
Tumbuhan bambu juga bisa berkembang biak secara vegetatif dengan cara batang bambu yang jatuh ke tanah. Maka dalam kurun waktu tertentu akan tumbuhlah tunas baru dari batang bambu tersebut.
1. Budidaya secara generative
Biji jatuh ke tanah dan menghasilkan benih yang tumbuh menjadi kecambah dalam kurun waktu 3 sampai 5 hari.
2. Budidaya secara generative
Perkembangbiakan vegetatif pada tanaman bambu diperoleh dengan cara bertunas secara alami. Tunas bambu berasal dari bagian ruas-ruas akar rimpang. Akar rimpang yang menjalar dan dan menumbuhkan akar sendiri, menyebabkan tumbuhan bambu hidup berumpun. Akar rimpang akan terus tumbuh dengan jumlah yang banyak. Setiap batang bambu yang menghasilkan tunas dan tumbuh menjadi batang bambu juga mempunyai akar rimpang sendiri. Sehingga, batang bambu akan terus tumbuh dari akar rimpang dan tunas. Selain dari tunas, tumbuhan bambu juga bisa berkembang biak secara vegetatif dengan cara batang bambu yang jatuh ke tanah. Maka dalam kurun waktu tertentu akan tumbuhlah tunas baru dari batang bambu tersebut.
a. Ekonomi
1) Pangan
2) Sandang
Serat bambu dapat digunakan untuk bahan pakaian
3) Papan
b. Kesehatan
c. Industri
Sebagai bahan baku utama pembuatan furnitur yang berbahan dasar bambu contoh
d. Lingkungan
Lingkungan SMA Negeri 7 Purworejo
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Bambu
https://www.gbif.org/species/2705751
Guru Pembimbing: Dra. Asiyah
Konten: Rizky Pandu Oktafandi (X MIPA 4)
Editor: Zahra Aptari
Admin: Risang Palgunadi, S. Hum.; Sophia Saphira
TA 2021/2022