
1. Akar
Pakis haji memiliki akar berjenis akar tunggang berwarna kuning dan berkambium. Akar dari tanaman ini, disebut juga radix primaria. Akar inilah sejatinya yang menjamin pakis haji bisa tumbuh dengan subur dan gembur. Karena akar berfungsi sebagai penyerap unsur hara dan air untuk dijadikan sebagai nutrisi tanaman. Umumnya tanaman berakar tunggang, biasanya pertumbuhannya cepat dan tidak membutuhkan perawatan maksimal. Karena akar semacam ini tidak mudah putus maupun tercabut dari batang.

2. Batang
Batang pakis haji terlihat seperti batang tanaman palem. Biasanya batang tumbuh tegak lurus dengan postur rata namun tidak licin. Batang tidak berkambium dan berwarna abu-abu kehitaman. Untuk bentuk batang bulat dengan diameter tidak terlalu besar. Bahkan ukuran diameter batang pakis terbesar hanya berkisar 30 cm saja. Sekalipun demikian, batang inilah yang membuat penampilan tanaman pakis cantik dan menarik.

3. Daun
Daun pakis haji menjadi alasan selanjutnya mengapa tanaman ini disebut tanaman hias. Pasalnya bentuk daunnya saja unik karena jika dilihat detail terlihat seperti sebuah keris. Karakter daun pakis adalah daun majemuk dengan bentuk kecil dan menyirip genap. Karena morfologi ini, maka tanaman pakis disebut tanaman berdaun paripinnatus. Berwarna hijau dan bertulang daun sejajar serta tepi daun yang rata. Tumpul pada pangkal daun dan lancip pada ujung daun. Serta permukaan daun halus. Keunikan selanjutnya terlihat pada daun tanaman pakis yang masih muda. Karena biasanya daun terlihat menggulung sempurna laiknya daun untuk tanaman paku-pakuan. 
4. Bunga
Bunga pakis haji termasuk bunga majemuk. Bunga pakis haji termasuk dalam kategori monoecious. Pada strobilus betina, bunga terdiri dari megasporofil berbentuk seperti senjata keris yang berlekuk-lekuk. Di dalamnya terdapat ovulum dua buah atau lebih tepat pada bagian tepi carpellum. Sementara, pada strobilus jantan. Mikrosporofil membentuk sisik yang susunannya rapat. Bunga pakis haji berbentuk bulir menyatu dalam cone dan panjang bisa mencapai 50 cm, tangkai pendek, berwarna kuning kecoklatan.
5. Biji
Bijinya berbentuk bulat dan berwarna hijau saat muda dan coklat saat tua. Dengan diameter buah 3-5 cm. Memiliki mikrosporofil dengan bentuk yang menyirip serta memiliki calon biji yang berjumlah 2 sampai 5 buah tepat berada pada permukaan Carpellum.
Habitat alami dari pakis haji berada di dalam hutan yang memiliki tingkat kelembaban cukup tinggi, sebab taman ini sangat memerlukan tempat yang memiliki tingkat kelembaban yang tinggi. Namun ternyata pakis haji ini juga merupakan penghuni pesisir atau dekat pesisir di hutan litoral dan hutan hujan. Seringkali di bukit pasir yang stabil terdiri dari pasir karang dan batu kapur karang. Berhasil di daerah tropis dan subtropis yang panas. Toleran terhadap embun beku ringan. Lebih suka posisi cerah, tetapi juga berhasil dalam naungan terang. Membutuhkan lempung yang kuat dengan pasir yang tajam dan drainase yang baik. Berhasil di tanah kering dan juga di tanah yang buruk. Asal spesies pakis haji diperkirakan berasal dari Maluku, dan dibudidayakan di daerah Indocina.
a. Reproduksi Secara Seksual / Generatif
Pakis haji tidak memiliki bunga sebagai alat reproduksi seksual. Pakis haji memiliki alat perkembangbiakkan generatif yang berupa strobilus atau runjung. Tumbuhan berbiji terbuka tidak memiliki bunga, sporofil terpisah-pisah atau membentuk strobilus jantan dan betina. Makrosporofil dan makrosporangium yang tampak menempel pada strobilus betina. Letak makrosporofil dan mikrosporofil terpisah. Sel kelamin jantan berupa spermatozoid yang masih bergerak aktif. Di dalam strobilus jantan terdapat banyak anteridium yang mengandung sel-sel induk butir serbuk. Sel-sel tersebut bermeiosis dari setiap sel induk terbentuk 4 butir serbuk yang bersayap. Pada strobilus betina terdapat banyak arkegonium. Pada tiap-tiap arkegonium terdapat satu sel induk lembaga yang bermeiosis sehingga terbentuk 4 sel yang haploid. Tiga mati, dan 1 sel hidup sebagai telur. Arkegonium ini bermuara pada satu ruang arkegonium. Pada Cycas dan Ginkgo fertilisasinya merupakan bentuk antara kondisi pada paku-pakuan dan tumbuhan tanpa biji lainnya, yaitu spermanya mampu berenang bebas dan bentuk pada tumbuhan berbiji yaitu spermanya tidak mampu bergerak bebas. Gametofit jantan umumnya bersifat haustorial, yaitu menyerap makanan dari ovulum ketika tumbuh, walaupun dibutuhkan buluh serbuk tetapi tidak langsung masuk ke arkegonium. Buluh serbuk tersebut tumbuh dan menetap di dalam nuselus selama berbulan-bulan sebelum menuju gametofit betina. Setelah sampai di mulut gametofit betina, buluh serbuk robek dan melepaskan sel sperma yang berflagel banyak. Sperma tersebut kemudian menuju ke arkegonium dan membuahi telur. Dengan adanya buluh sperma tersebut maka tumbuhan berbiji tidak ada lagi yang bergantung pada ketersediaan air pada fertilisasinya. Proses Penyerbukan dan Pembuahan: Penyerbukan yang terjadi pada tumbuhan berbiji terbuka selalu dengan cara anemogami (penyerbukan dengan bantuan angin). Serbuk sari jatuh langsung pada bakal biji. Selang waktu antara penyerbukan sampai pembuahan relatif panjang. Pembuahan yang terjadi pada gymnospermae disebut pembuahan tunggal (setiap inti generatif melebur dengan inti sel telur). Mikropil terdedah ke udara bebas. Pembuahan pada gymnospermae disebut pembuahan tunggal, karena tiap-tiap inti sperma membuahi satu sel telur.
b. Reproduksi Secara Aseksual / Vegetatif
Pakis haji berkembang biak dengan cara vegetatif alami yakni melalui pembentukan tunas. Tunas biasanya tumbuh di samping induknya dan berasal dari tunas ketiak bagian tumbuhan di dalam tanah. Induk dengan tunas di sampingnya yang dianggap masing-masing baru kemudian akan tumbuh membentuk rumpun. Dari satu tanaman, dapat menghasilkan tunas dalam jumlah banyak. Pembentukan tunas pada tanaman merupakan bentuk adaptasi jika penyerbukan sulit dilakukan.
a. Pemilihan Lokasi
Cara budidaya tanaman pakis haji ini sangat mudah jika kita bisa mengetahui lokasi yang cocok. Pakis haji merupakan tanaman yang memiliki ketinggian ±75 cm jadi, jika tidak ditempatkan dan dirawat dengan benar akan menimbulkan kesulitan. Apalagi jenis batangnya yang besar. Sebaiknya ditanam di luar ruangan, atau gunakan pot jika ingin menanam di dalam ruangan.
b. Pembibitan
Ada banyak cara pembibitan yang bisa dilakukan. Anda bisa langsung membeli bibit yang sudah dijual di tempat pembibitan tanaman agar bisa mendapatkan bibit yang sudah siap tanam. Namun, anda tetap bisa melakukan penanaman bibit sendiri dengan cara pengambilan anakan.
c. Persiapan Media Tanam dan Wadah Tanam
Ini sangat penting, apalagi jika ingin menanam tanaman ini di dalam ruangan. Langkah awal, menyiapkan wadah berupa pot atau polybag yang berukuran sedang dan besar. Menyiapkan media tanam berupa pasir, tanah humus dan kompos dengan perbandingan 1 : 1 : 1, lalu masukkan media tanam kedalam wadah tanam yang sudah disiapkan. Isi hingga mencapai 3/4 ukuran wadah tanam tersebut. Pastikan sistem drainase wadah bisa berfungsi dengan baik.
d. Penanaman Bibit
Setelah menyiapkan wadah dan media tanam, maka kita akan langsung melakukan penanaman bibit. Pastikan tempat dari penanaman bibit sudah steril, bersih dan drainasenya baik. Sudah terisi sekitar 3/4 media tanam dan buatlah lubang tanam sedalam 5 cm. Masukkan bibit kedalam media tanam dan kemudian dipadatkan dengan menimbun kembali menggunakan media tanam. Padatkan hingga mencapai bagian atas media tanam tersebut. Letakkan di tempat yang teduh dan jauh dari genangan air hujan. Tunggu hingga tunas baru muncul sekitar 2 – 3 minggu setelah penanaman.
e. Pemeliharaan
Ini bukanlah hal tersulit di dalam cara budidaya tanaman hias pakis haji. Dimana anda hanya perlu mengontrol jumlah air di saat musim penghujan, jangan terlalu banyak. Begitu juga disaat musim kemarau jangan terlalu kering hingga menyebabkan tanaman layu dan mati. Jika dirasa sudah sangat tinggi dan membentuk semak, maka bisa dilakukan pemangkasan agar terlihat lebih rapi. Ketahui pertumbuhan akar. Jika sudah terlalu besar maka gantilah ke dalam wadah yang lebih besar lagi.
f. Pemupukan
Sistem pemupukan yang diperlukan oleh pakis haji tidaklah sulit. Di dalam cara budidaya tanaman hias pakis haji, anda hanya perlu melakukan 3 – 4 kali pemupukan dalam satu tahun. Ini berguna untuk memberikan tambahan nutrisi bagi tumbuhan
a. Ekonomi
b. Kesehatan
1. Mengobati sakit perut
Tanaman ini diketahui memiliki kandungan yang dapat berfungsi sebagai obat pencahar. Sehingga permasalahan seperti bakteri ataupun virus yang menyebabkan perut menjadi sakit, terbuang melalui sistem pembuangan. Hal inilah yang kemudian menjadi alasan mengapa konsumsi dari tanaman pakis haji sangat baik untuk mengobati sakit perut. Dapat dikonsumsi dengan cara merebus, ataupun diolah menjadi jus.
2. Menjaga kesehatan mata
Kandungan utama dari tanaman pakis adalah vitamin A. Vitamin A merupakan vitamin yang sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan mata seseorang. Mata yang sehat adalah mata yang tercukupi kebutuhan vitamin A ini. Konsumsi dari tanaman pakis haji ini pun dapat disebandingkan dengan konsumsi dari wortel, dari sisi manfaatnya untuk menjaga kesehatan mata. Berbagai manfaat lain pun dapat dihasilkan dari konsumsi tanaman pakis haji ini. Selain karena mata dapat terjaga dengan sehat pun, kelainan mata seperti minus, plus, dan silinder dapat dicegah dengan efektif. Konsumsilah tanaman pakis haji ini sebagai sayur mayur dalam konsumsi makanan anda dengan rutin.
3. Menjaga kesehatan kulit
Tanaman pakis haji juga diketahui sangat kaya akan kandungan vitamin C. Seperti yang telah diketahui vitamin C sangatlah bermanfaat dalam menjaga kesehatan kulit. Kulit yang indah, cerah, dan halus merupakan idaman setiap orang, khususnya para kaum wanita. Oleh sebab itu, bagi anda yang sering mengalami banyak masalah kulit sangat disarankan untuk mengonsumsi tanaman pakis haji ini. Anda dapat memiliki kulit yang sehat dan halus, serta cantik alami dengan memanfaatkan konsumsi tanaman pakis haji ini. Lebih baik anda mengolahnya menjadi sayur lalap untuk memudahkan konsumsi dari tanaman pakis haji ini.
4. Mengobati tekanan darah tinggi
Tanaman pakis haji juga mengandung antioksidan yang cukup banyak. Kandungan dari antioksidan ini sangat bermanfaat untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. Antioksidan mampu mencegah radikal bebas terjadi. Radikal bebas yang tidak dapat terjadi dalam tubuh dapat mencegah sejumlah penyakit terjadi secara intensif. Anda dapat memiliki tubuh yang sehat dan bebas dari radikal bebas adalah dengan mengonsumsi tanaman pakis haji. Sayangnya, tanaman pakis haji ini harus diolah terlebih dahulu untuk dapat dikonsumsi. Konsumsi yang dapat anda lakukan dari tanaman pakis haji adalah dengan mengolahnya menjadi salah satu bahan baku salad dan lalapan.
5. Meningkatkan kecerdasan otak
Tanaman pakis haji juga diketahui memiliki kandungan omega 3 yang cukup untuk kebutuhan manusia. Konsumsi dari omega 3 ini diketahui sangat dibutuhkan manusia, khususnya oleh anak-anak. Khasiat dari omega 3 ini dipercaya mampu meningkatkan kecerdasan otak setiap anak. Itulah mengapa tanaman pakis haji kemudian menjadi semakin populer manfaatnya untuk kesehatan. Anak-anak yang mengonsumsi tanaman pakis haji ini pun mampu memiliki kecerdasan yang tinggi. Anak-anak juga tidak akan mudah sakit dan dapat beraktivitas dengan nyaman. Otak pun dapat dimaksimalkan kemampuannya dengan konsumsi dari tanaman pakis haji ini. Akan tetapi, mungkin cukup sulit untuk membuat anak-anak mau mengkonsumsi tanaman pakis haji. Anda harus menemukan cara pengolahan yang paling mudah untuk dikonsumsi anak-anak.
6. Menyembuhkan luka akibat gigitan
Luka akibat gigitan hewan diketahui dapat meninggalkan bekas yang sangat terlihat jelas. Bekas-bekas luka gigitan pun diketahui dapat mengganggu penampilan seseorang. Hal ini tentu sangat merugikan untuk setiap manusia, khususnya wanita. Oleh karena itu, penyembuhan luka akibat gigitan harus dilakukan seketika mungkin. Kemampuan dari kandungan tanaman pakis haji diketahui mampu menyembuhkan luka akibat gigitan ini. Anda dapat menyembuhkan luka akibat gigitan dengan menggunakan tanaman pakis haji yang telah diolah menjadi suatu ramuan. Ramuan dari tanaman pakis haji ini biasanya diolah dengan ditumbuk hingga halus. Setelah halus, anda dapat menempelkan hasil olahan ramuan tanaman pakis haji pada bagian tubuh anda yang terluka akibat gigitan. Setelah kering, ulangi lagi hingga luka benar-benar telah sembuh.
7. Mengobati batuk pilek
Seperti diketahui, penyakit batuk dan pilek merupakan penyakit yang paling umum diderita oleh masyarakat di segala usia. Penyakit ini ternyata dapat disembuhkan dengan memanfaatkan tanaman pakis haji. Anda dapat mengonsumsi tanaman pakis haji ini sebagai ramuan andalan untuk mengobati batuk dan pilek.
8. Mencegah radikal bebas
9. Mencegah kanker
10. Memutihkan kulit
11. Mengobati penyakit rematik
12. Menjaga kestabilan pendarahan saat menstruasi
13. Mengobati penyakit diabetes
14. Mengobati amandel
15. Mengobati hepatitis
16. Menjaga kesehatan tulang
17. Menjaga kesehatan gigi
c. Lingkungan / ekosistem
Lingkungan SMA Negeri 7 Purworejo
Buku LKS Grafindo
Buku paket sekolah
https://www.gramedia.com/literasi/tumbuhan-gymnospermae/
https://manfaat.co.id/manfaat-tanaman-pakis-haji
https://www.jurnalasia.com/bisnis/klasifikasi-dan-morfologi-pakis-haji/
https://www.floradirgantara.site/2021/07/mengenal-pakis-haji-cycas-rumphii-jenis.html
https://www.mikirbae.com/2016/01/reproduksi-tumbuhan-gymnospermae.html
https://ilmubudidaya.com/cara-budidaya-tanaman-hias-pakis-haji-dan-perawatannya
https://slidetodoc.com/kelompok-1-pakis-haji-tumbuhan-berbiji-terbuka-tersebar/
http://ahzasylmi.blogspot.com/2018/12/pembuahan-tunggal-ganda-pengertian-dan.html
https://roboguru.ruangguru.com/question/pakis-haji-berkembangbiak-secara-vegetatif-dengan-menggunakan-_fqt4WTIxLgP
https://materikimia.com/rangkuman-materi-reproduksi-tumbuhan-gymnospermae/
https://www.edubio.info/2014/04/pembuahan-tunggal-pada-gymnospermae.html
https://penjaskes.co.id/pembuahan-tunggal-dan-ganda-pada-tumbuhan-terlengkap/#forward
https://smp.prasacademy.com/2017/11/reproduksi-tumbuhan-berbiji-terbuka.html
https://hijaukan.com/pakis-haji/
https://www.gbif.org/species/2683272
Guru Pembimbing: Dra. Asiyah
Konten: Aulya Azizah (X MIPA 2), Nirmala Handayani (X MIPA 2)
Editor: Zahra Aptari
Admin: Risang Palgunadi, S. Hum.; Sophia Saphira
TA 2021/2022