1. Akar
Tanaman sonokeling memiliki sistem perakaran tunggang, panjang kebawah serta bercabang. Akar sonokeling memiliki warna putih kecoklatan dan berkambium.
2. Batang
Batang sonokeling berukuran sedang sampai akar, tingginya 20 - 40 meter dengan gemang mencapai 1,5 - 2 meter. Berkambium, tajuknya lebat mempunyai wujud kubah, menggugurkan daun. Pepagan berwarna abu-abu kecoklatan, pecah-pecah membujur halus.
3. Daun
Daun majemuk menyirip gasal, dengan 5-7 anak daun yang tak sama ukurannya, berseling pada porosnya. Anak daun mempunyai wujud menumpul (obtusus) luas, berwarna hijau di atas dan keabu-abuan di sisi bawahnya. Tepi daun bergelombang, pangkal daun dan ujung daunnya tumpul serta permukaan daun licin.
4. Bunga
Berbunga sempurna majemuk, berbentuk malai, terletak di ujung atau di ketiak daun. Kelopak berdekatan membentuk tabung, panjang 3 - 5 mm, mahkota lepas, halus, panjang 4-6 mm. Benang sari berwarna putih kekuningan dan bakal buah sonokeling terlindungi.
5. Buah
Buah sonokeling berupa polong dengan bentuk pipih atau lanset memanjang dan meruncing di pangkalnya. Panjang buah 3 - 5 cm dengan warna hijau waktu muda dan berwarna cokelat saat telah masak. Di dalam buah terdapat 1 - 3 biji.
6. Biji
Biji sonokeling terlindungi, yaitu berada di dalam buah. Di dalam setiap buah terdapat 1-3 biji, berbentuk ginjal, pipih, polong, tidak memecah ketika masak. Biji sonokeling berukuran kecil berwarna kecoklatan, dan termasuk dalam dikotil (berkeping dua).
Sonokeling tumbuh di hutan hujan tropis dengan ketinggian dibawah 600 m DPL secara berkelompok namun dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Tumbuhan sonokeling mudah tumbuh dan liar namun akan lebih baik pertumbuhannya jika tumbuh di tanah yang lembab. Sebaran alaminya (biji) tumbuh di tanah berbatu, tidak subur, dan kering secara berkala. Menurut Badan Penelitian Teknologi Agroforestry (2012), sebaran alami pohon Sonokeling antara lain berada di Nepal, bagian barat dan timur laut India, serta di pulau Jawa. Di Indonesia sendiri, pohon Sonokeling hanya dapat ditemukan secara alami pada hutan-hutan di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Itu pun harus berada pada ketinggian 600 mdpl terutama pada tanah berbatu, tidak subur, serta kering pada masa-masa tertentu. Meski begitu, Sonokeling tetap dapat hidup dengan baik di daerah dengan curah hujan antara 750 hingga 5.000 mm per tahun dengan syarat memiliki drainase yang baik.
a. Generatif
Sonokeling dapat berkembang biak secara generatif yaitu melalui biji. Sonokeling memiliki biji tertutup, pembuahan didahului dengan penyerbukan yaitu menempelnya serbuk sari di kepala putik pada bunga sonokeling yang dibantu oleh lebah. Perkembangbiakan ini nantinya akan menghasilkan biji. Biji sonokeling yang sudah masak akan jatuh dan jika biji tersebut jatuh ditempat yang cocok akan tumbuh menjadi individu baru.
b. Vegetatif Alami
Selain dapat berkembang biak secara generatif melalui biji, sonokeling juga dapat berkembang biak secara vegetatif alami yaitu dengan tunas. Tunas tumbuh pada bagian akar sehingga menjadi tumbuhan baru.
a. Ekonomi
b. Kesehatan
c. Industri
1. Mebel/Furniture
Kayu sonokeling memiliki tekstur yang keras, memiliki kelebihan khusus dibanding jenis kayu lainnya. Kayu dengan kualitas yang tinggi biasanya digunakan sebagai bahan dasar pembuatan berbagai produk mebel karena nilai estetiknya yang tinggi, serat yang bagus, serta memiliki pori-pori yang rapat. Contoh: sebagai produk mebel almari antik, meja makan, kursi tamu, dll.
2. Tableware
Selain digunakan sebagai bahan dasar mebel, kayu sonokeling juga dimanfaatkan untuk membuat alat-alat dapur seperti piring, sendok, nampan, maupun gagang pisau. Nilai ekslutifitatasnya yang tinggi membuat kayu ini pernah digunakan oleh perusahaan otomotif di dunia seperti Mercedez Benz untuk dijadikan panel panel interior mobil produksi mereka.
3. Alat Musik
Kayu sonokeling juga sering digunakan untuk pembuatan alat musik seperti gitar dan piano. Karena kayu sonokeling ini dapat menghasilkan suara yang indah juga memiliki corak yang menawan.
4. Lingkungan dan Ekosistem
Lingkungan SMA NEGERI 7 PURWOREJO
Rizky, Ade dkk. 2021. Biologi Semester 2 kelas 10.Klaten: Viva Pakarindo
https://deslisumatran.wordpress.com/2016/11/17/sonokeling-dalbergia-latifolia-roxb/
https://wanaswara.com/pohon-kayu-sonokeling-si-kayu-estetik-yang-perlahan-hilang/amp/
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sonokeling
https://images.app.goo.gl/e1WTkQYH7ZS2syJ76
https://images.app.goo.gl/DvAfgVMk7oNrYa2e7
https://images.app.goo.gl/sksCgXPjUSrVvVfQ8
https://images.app.goo.gl/NG7N5W2umo4QdBVw5
https://images.app.goo.gl/BNgXHK91ouAPksaM7
https://images.app.goo.gl/287LyHZAR8foo81y6
https://www.gbif.org/species/2968662
Guru Pembimbing: Dra. Asiyah
Konten: Luthfiyana Nur Jannah (X MIPA 4)
Editor: Zahra Aptari
Admin: Risang Palgunadi, S. Hum.; Sophia Saphira
TA 2021/2022