1. Akar
Pohon waru termasuk ke dalam sistem perakaran tunggang. Sistem dengan perakaran tunggang adalah dimana akar pokok dari tumbuhan yang diamati dapat dibedakan dengan jelas dari cabang- cabangnya. Hal ini dikarenakan pertumbuhan cabang tidak sama cepatnya dengan pertumbuhan akar pokok, sehingga batang akar atau akar pokok dapat dibedakan dari cabang-cabangnya. Pada sistem perakaran tunggang, akar lembaga pada tumbuhan ini terus menjadi akar pokok yang bercabang-cabang menjadi akar-akar yang lebih kecil. Akar pokok yang berasal dari akar lembaga ini disebut dengan akar tunggang (radix primaria), susunan akar yang demikian ini biasanya hanya terdapat pada tumbuhan berkeping dua (Dikotil) dan tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae).
2. Batang
Pohon waru tumbuh dan menempati habitat di daerah tropis bertanah subur. Jika ditanam sesuai dengan habitatnya, maka pohon waru cenderung memiliki pertumbuhan batang lurus. Namun jika ditanam di tanah yang tidak cukup subur, maka batang tanaman akan sedikit bengkok dengan ukuran daun lebih lebar dan panjang. Pohon waru mempunyai batang yang mampu tumbuh mencapai ketinggian antara 5-meter hingga 15 meter. Ciri dari batang waru adalah berkayu keras, berbentuk bulat, terdiri dari banyak cabang dan berwarna kecoklatan.
3. Daun
Daun pohon waru termasuk dalam jenis daun tunggal dengan tangkai dan bentuk layaknya jantung atau bulat telur berdiameter 19 cm. Daun tanaman ini memiliki tulang menjari berwarna hijau yang di bagian bawahnya terdapat rambut berwarna abu-abu.
4. Bunga
Bunga waru memiliki tandan yang di dalamnya terdapat 2 sampai 5 bunga serta 8 hingga 11 buah tajuk. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bunga pohon waru berwarna kuning cerah dengan bercak keunguan di bagian pangkal mahkota dalam. Saat bunga ini mulai tua, warnanya akan mengalami perubahan menjadi kuning kemerahan.
5. Buah dan Biji
Buah waru cenderung berbentuk bulat layaknya telur yang diselimuti rambut tebal. Umumnya, buah ini terbagi menjadi lima ruang dengan panjang sekitar 3 cm, berwarna coklat, dan memiliki biji berukuran kecil kecoklatan.
Habitat pohon waru membuat sebuah pohon waru bisa hidup dengan sendirinya atau disebut sebagai hidup secara alami. Namun bukan berarti pohon waru tidak bisa hidup di kecuali habitat-habitat yang akan disebutkan ini. Sebab kita sebagai manusia juga bisa membudidayakannya, budidaya ini pun tak perlu dilakukan di habitat aslinya. Berikut beberapa titik habitat pohon waru.
a. Pantai
Habitat utama atau titik yang paling sering dijumpai pohon waru tumbuh dengan sendirinya adalah tepi pantai. Tidak sulit untuk menemukan pohon waru di tepi pantai pantai yang ada di dalam cakupan Afro Eurasia, bahkan di Indonesia sekalipun. Pasti ada satu pantai di setiap daerah di Indonesia yang ditumbuhi pohon waru.
b. Sungai
Jangan kaget jika Anda menemui pohon waru yang berada ada di dalam sungai. Sebab memang terkadang akar dari pohon waru berada di permukaan sungai, yang mana membuat pohonnya terkesan seperti berasal dari dalam sungai.
c. Rawa-rawa bakau
Titik selanjutnya yang dinilai sebagai salah satu habitat pohon waru adalah di sekitar rawa-rawa bakau. Ada kandungan mineral di tanah sekitar rawa rawa bakau yang membuat pohon waru bisa tumbuh dengan baik. Ia bisa tumbuh secara alami, dan bisa terus tumbuh tanpa bantuan manusia.
d. Hutan hujan tropis
Habitat-habitat di atas selalu memiliki unsur air juga bisa dikatakan selalu berada di lokasi yang dekat dengan sumber air. Habitat yang cukup berbeda dari habitat sebelumnya akan Anda temui di poin ini.
e. Danau
Terakhir habitat pohon waru adalah di tepi danau. Mungkin Anda tidak perlu kaget setelah mengetahui habitat ini, karena hampir serupa dengan habitat-habitat sebelumnya. Tidak sulit bagi pohon Waru untuk tumbuh secara alami di tepi danau karena dekat dengan sumber air. Terlebih jika danau tersebut memang luas dan memiliki cuaca yang mendukung, pastilah ditemui beberapa pohon waru sekaligus.
Pohon waru dapat berkembangbiak dengan cara vegetatif atau tanpa perkawinan. Perkembangbiakan vegetatif adalah cara berkembang biak tanpa adanya proses perkawinan. Pada tanaman, perkembangbiakan vegetatif bisa dilakukan secara alami dan buatan. Sebagai makhluk hidup, tumbuhan juga mengalami perkembangbiakan untuk mempertahankan populasinya. Waru dapat diperbanyak dengan distek. Namun, aslinya tumbuhan ini diperbanyak dengan biji. Memakai stek untuk perkembangbiakan waru agak sulit, karena tunas akan mudah sekali terpotong.
a. Budidaya pohon waru dengan benih
1. Mendapatkan Biji
Tentu saja jika Anda memilih cara ini Anda harus bisa mencari biji benihnya sendiri. Caranya mudah, Anda hanya perlu mencari buah pohon waru yang sudah mengering. Dari buah yang sudah mengering tersebut, ambil bijinya. Anda bisa mengambil berapapun biji yang Anda butuhkan. Sebab nantinya, satu biji akan memberikan satu pohon yang bisa dirawat hingga besar.
2. Menjemur Biji
Tidak langsung disemai, terlebih dahulu Anda harus menjemur biji-biji yang Anda dapat tadi. Proses menjemur ini tidak lama, namun lakukanlah di waktu yang tepat. Saat matahari bersinar penuh, jemur biji ini hanya dalam satu jam saja. setelah satu jam, pindahkan biji-biji waru ke tempat yang teduh.
3. Merendam Biji
Merendam biji tujuannya adalah untuk menyeleksi biji mana yang bisa memberikan Anda pohon yang baik. Sebelum malam datang, persiapkan wadah yang di dalamnya sudah ada air hangat. Masukkan semua biji ke dalamnya, kemudian tunggu sampai pagi tiba. Saat pagi tiba, jadikan biji yang tetap tenggelam untuk disemai, dan buang biji yang terapung.
4. Menyiapkan Media Semai
Langkah budidaya pohon waru selanjutnya adalah menyiapkan media semuanya. Alat dan bahan yang Anda butuhkan tidak sulit dicari, Anda hanya membutuhkan polybag kecil, tanah gembur, dan pupuk sangkar.
5. Menyemai Biji
Jika media semai sudah siap, maka masukkan satu biji ke satu polybag media semai. Tidak perlu terlalu dalam memasukkan bijinya, bisa Anda kira-kira sebaiknya setinggi setengah tanah dalam polybag saja. Terus sirami biji ini sebanyak dua kali dalam sehari (sore dan pagi) sampai tingginya mencapai 15 sentimeter. Jika sudah setinggi itu, selanjutnya bisa Anda sirami satu kali saja dalam satu hari. Tanaman waru siap dipindah ke lahan tanah yang sebenarnya jika tingginya sudah mencapai 30 sampai 40 sentimeter.
6. Menyiapkan Lahan
Waru adalah tanaman yang akan tumbuh menjadi pohon besar sehingga biasa difungsikan sebagai peneduh. Karenanya Anda harus tahu berapa ukuran lahan yang dibutuhkannya. Gali lubang tanah berbentuk kotak dengan panjang sisi kurang lebih 40 sentimeter untuk satu pohon, sedangkan tingginya bisa Anda buat 40 atau 50 sentimeter saja. Beri jarak sekitar 4, 5, atau 6-meter antara satu pohon dengan pohon lainnya. Karena jika tidak, saat tumbuh besar nanti mereka antara satu pohon dengan pohon lainnya bisa saling mengganggu.
b. Budidaya pohon waru dari bibit
Caranya adalah dengan membeli bibit waru di toko tanaman, membawanya pulang, dan memindahkannya ke lahan yang sebenarnya. Buat galian lubang tanah berbentuk persegi dengan panjang 40 centimeter dan dalam sekitar 40 sampai 50 sentimeter. Hilangkah polybag dari toko dan pindah tanaman waru ke dalam galian lubang tersebut. Dalam budidaya pohon waru ini sebaiknya siram air sebanyak dua kali dalam satu hari selama dua minggu ke depan.
a. Ekonomi
b. Industri
c. Kesehatan
d. Lingkungan
Lingkungan SMA N 7 Purworejo
https://agrotek.id/klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-waru/
https://www.ciriciripohon.com/2020/05/begini-ciri-pohon-waru-kecil-dan-dewasa.html
https://www.ciriciripohon.com/2020/05/di-mana-habitat-pohon-waru-inilah-5.html
https://www.ciriciripohon.com/2020/05/bagaimana-budidaya-pohon-waru-untuk.html
https://agrotek.id/klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-waru/
https://www.sehatq.com/artikel/manfaat-daun-waru-yang-akan-membuat-anda-kagum
http://plantamor.com/species/info/hibiscus/tiliaceus#gsc.tab=0
Guru Pembimbing: Dra. Asiyah
Konten: Cantika Maharani Diva (X MIPA 3), Rafa Callysta Arraissa (X MIPA 3)
Editor: Zahra Aptari
Admin: Risang Palgunadi, S. Hum.; Sophia Saphira
TA 2021/2022