1. Akar
Tanaman wali songo memiliki akar tunggang. Teksturnya kasar dengan arn ajika masih muda putih dan jika tanaman sudah tua berwarna kecokelatan. Sebagian besar akar tanaman berjuntai dan berumbai. Jika penanaman tumbuhan wali songo tidak terlalu dalam, biasanya akar juntai ada yang mencuat ke permukaan.
2. Batang
Batang tanaman wali songo terdiri dari batang tunggal dan batang bercabang. Batang tunggal tumbuh langsung dari akar hingga ke tengah pohon. Baru ketika sampai di bagian tengah, batang terpecah menjadi batang-batang baru. Di batang yang baru ini tangkai daun menempel. Biasanya batang tunggal maupun batang bercabang berwarna hijau. Jika tanaman masih muda warna batangnya hijau pucat jika sudah tua warnanya lebih gelap.
3. Daun
Morfologi daun tanaman wali songo seperti daun singkong. Biasanya jika daun masih muda berwarna hijau pekat, sedangkan jika sudah tua dan siap rontok warnanya menjadi kucing kecokelatan. Bunga tanaman wali songo menempel di ujung tangkai. Biasanya jumlah helai per-tangkai ada 4 sampai 6 daun dengan posisi melingkari pucuk tangkai. Sedangkan bentuk daunnya memanjang dengan posisi semakin ke ujung semakin mengkerucut. Untuk varietas lain biasanya di sisi daun terdapat garis melingkar dengan warna kontras. Kadang berwarna putih kadang ada yang berwarna kuning pucat. Ini yang membuat daun tanaman wali songo indah dilihat.
4. Bunga
Tanaman wali songo memiliki bunga yang indah dilihat. Jika mekar bentuknya bundar dengan 3 sampai 4 lipatan. Warna yang merah mengesankan bunga tanaman ini layaknya mawar merah yang eksotis. Jika masih berada di kelopak, bentuknya memanjang dengan posisi semakin ke atas semakin kuncup. Warnanya tetap merah tetapi lebih kaku dan pucat. Sedangkan kelopaknya berwarna hijau dan yang menjadi tempat menempel berwarna putih. Biasanya kelopak bunga menempel pada tangkai yang berbeda. Sehingga tidak ada helai daun di dekatnya. Kadang kelopak juga tumbuh di bagian ujung tangkai bunga.
5. Biji
Biji tanaman wali songo berada di bagian rantingnya. Tetapi tidak menempel melainkan ada ranting baru sebagai tempat melekat. Ciri-ciri biji tanaman yang matang biasanya berwarna kuning tua. Jika biji sudah matang bentuknya bulat seukuran kerikil. Jika warna dan bentuknya sudah pas, maka silakan diambil untuk dijadikan persemaian. Biji tanaman dilindungi oleh kulit luar yang tebal. Maka dari itu, harus dikupas dulu untuk mengeluarkan bijinya. Jika sudah dikeluarkan biji terlihat lebih kecil berwarna hitam. Biji itulah yang ditanam kembali untuk dijadikan penanaman berikutnya.
Walisongo cara repoduksi dengan generatif alami dengan menggunakan biji dan vegetatif buatan yaitu stek, cangkok.
Tanaman walisongo merupakan tanaman hias. Biasanya tanaman ini ditanam di pot dan diletakkan di pekarangan sebagai hiasan. Bahkan ada orang menempatkannya di teras karena dianggap bisa menetrralisir udara kotor.
Untuk merawat tanaman walisongo, perlakukannya hampir sama dengan tanaman hias lainnya. Apabila tanaman walisongo ditempatkan di dalam ruangan, frekuensi penyiraman bisa dilakukan dua hari sekali. Atau juga disesuaikan dengan kebutuhan. Perawatan lain dari tanaman walisongo ini adalah pemupukan. Pemupukan tanaman walisongo menggunakan pupuk kompos atau pupuk organik. Pemupukan bisa dilakukan sebulan sekali. Selain pemupukan dalam merawat tanaman walisongo adalah merapikan akar-akar yang menjuntai. Perapian akar biasanya dilakukan setelah memenuhi pot. Perapian akar tanaman walisongo ini perlu dilakukan agar tanaman tetap subur. Jika media tanam tanaman walisongo sudah cukup lama perlu dilakukan penggantian media bahkan pot. Biasanya ini dilakukan bersamaan dengan perapian akar tanaman walisongo.
a. Ekonomi
Bisa dijual karena termasuk tanaman hias.
b. Kesehatan
c. Lingkungan
Menetralisir racun dan polusi.
Lingkungan SMAN 7 Purworejo
https://www.gbif.org/species/3038723
https://agrotek.id/klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-wali-songo/
https://www.99.co/blog/indonesia/cara-menanam-tanaman-walisongo/
https://lanskaptaman.com/pohon-walisongo-cara-memelihara/
https://trade.trendsterkini.com/
Guru Pembimbing: Dra. Asiyah
Konten: Naiya Aulia Az Zahra (X MIPA 4), Khairunnisa Rifa Putri Prastyanto (X MIPA 4)
Editor: Zahra Aptari
Admin: Risang Palgunadi, S. Hum.; Sophia Saphira
TA 2021/2022