
1. Akar
Kepuh memiliki akar tunggang yang tajuk dan perakaran yang cukup besar.
2. Batang
Susunan percabangan Kepuh mempunyai kemiripan dengan percabangan terminalia bertingkat. Cabang-cabang tumbuh mendatar dan berkumpul pada ketinggian yang kurang lebih sama, bertingkat-tingkat.
3. Daun
Daun berbentuk majemuk menjari, terkumpul di ujung ranting. Anak daun berjumlah 7-9, berbentuk jorong lonjong dengan ujung dan pangkal meruncing, panjang 10–17 cm. berbentuk bulat panjang atau oval.
4. Bunga
Bunganya berkelamin satu, biasanya terdapat pada ketiak daun yang masih muda dan mengeluarkan bau busuk. Bentuk bunga majemuk tersusun dalam malai dekat ujung ranting, panjang 10–15 cm, hijau atau ungu pudar dengan kelopak yang berbagi-5 laksana mahkota, taju hingga 1,3 cm, berwarna jingga.
5. Buah dan Biji
Berukuran relatif besar, berwarna hijau jika masih muda setelah matang berubah menjadi merah, berbiji monokotil, berwarna hijau jika masih muda setelah matang berubah menjadi merah, kadang-kadang hitam dan membuka (herdiana, 2005). Bentuk buah bumbung besar , lonjong gemuk, berukuran 7,6–9 x 5 cm, berkulit tebal, merah terang, akhirnya mengayu, berkumpul dalam karangan berbentuk bintang. Tingkat kematangan buah tergantung spesiesnya, tetapi biasanya memerlukan waktu 4-6 bulan. Bijinya berbentuk elipsoid atau elipsoid-oblong, dengan ukuran panjang ± 2 cm, berwarna hitam, licin dan mengkilap dengan hilum yang berwarna putih serta karpelnya berwarna merah atau merah tua banyak mengandung minyak. jumlah biji per buah biasanya 10-15 butir dan jumlah biji kering sebanyak 493- 495 butir/kg.
Kepuh berkembang biak secara Generatif atau melalui Biji yang jatuh dari Buah yang sudah Tua biasanya Biji banyak yang Tumbuh secara Liar di sekitar Pohon Induk. Pohon ini jarang sekali Dibudidayakan karena memang jenis Pohon Raksasa yang mampu merusak bangunan disekitarnya. Selain itu seseorang lebih memilih Pohon Trembesi untuk melestarikan Lingkungan dari pada Pohon Kepuh ini dan pohon ini semakin terancam keberadaannya di Indonesia.
Sterculia foetida L memiliki penyebaran paling luas di Asia Tenggara. Jenis ini tersebar di seluruh Nusantara (meliputi Sumatera, Jawa, Bali Lombok, Sumbawa, Flores, Timor,Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Irian Jaya), Malaysia, Philipina, Afrika Timur, India, Srilanka, Thailand, Australia Utara dan Kepulauan Hawaii. Penyebaran Kepuh di seluruh dunia terbatas pada daerah tropis dan subtropis (pada 30°LU - 35°LS). Selain itu jenis ini dapat ditemui di padang pasir dan pulau-pulau di Lautan Pasifik. Oleh karenanya relatif bisa ditanam pada daerah kering. Di Australia dan kepulauan Pasifik Barat jenis ini hanya sedikit, sedangkan daerah yang paling banyak jenisnya (termasuk jenis yang endemik) adalah di Kalimantan dan Papua. Di Jawa Kepuh dapat ditemui pada daerah yang mempunyai ketinggian di bawah 500 mdpl dan terletak di bagian timur pulau ini (Heyne, 1987 : 1353). Sementara di Malaysia, berbeda dengan hampir semua spesies yang ada yang penyebarannya terbatas pada hutan hujan di tanah kering dan rawa-rawa, yaitu pada ketinggian sekitar 0 – 1.400 mdpl. Jenis Sterculia foetida ini tumbuh pada ketinggian mulai dari 0 – 1000 m dpl Kepuh sering didapati di hutan-hutan dataran rendah hingga ketinggian 500 m dpl., terutama di wilayah yang agak kering. Pohon ini di waktu-waktu tertentu menggugurkan daun.
a. Pembungaan dan pembuahan
Tanaman Kepuh dapat berbunga dan berbuah setiap tahun. Musim berbuah terjadi pada bulan Agustus sampai September
b. Pemanenan buah
Pemanenan buah dapat dilakukan dengan cara memanjat pohon, menggunakan galah maupun memungut buah yang telah jatuh di tanah. Buah masak secara fisiologis berwarna merah sampai hitam.
c. Ekstraksi benih
Ekstraksi dapat dilakukan dengan metode kering yaitu buah yang sudah diunduh dijemur di bawah sinar matahari, selanjutnya nanti biji akan keluar dengan sendirinya
d. Penyimpanan benih
Benih Kepuh aman disimpan dengan kadar air berkisar antara 6-10%, kondisi ini dapat diperoleh dengan cara diangin-anginkan selama 2-3 hari pada ruang kamar (t: 25◦C , RH : 70-90 %) selanjutnya benih dikemas dalam wadah kedap udara dan disimpan dalam ruangan dingin
e. Penyemaian dan perkecambahan benih
Penyemaian dilakukan bisa dengan pemberian air panas selama 60 detik kemudian direndam dalam air dingin selama 12-24 jam. Kemudian dikecambahkan dengan cara : yaitu menanamnya sampai ¾ bagian dengan lembaga ke bawah dengan posisi agak miring. Penyapihan bibit setelah biji berkecambah dan memiliki 2 daun atau tinggi kecambah kurang lebih 5 cm.
f. Penanaman
a. Ekonomi
1. Pangan
Kulit buahnya dalam bidang pangan digunakan sebagai bahan kue, menurut penelitian Purwati (2010) dan olahan biji kepuh digunakan sebagai penyedap rasa alami di kalangan etnis Samawa di Sumbawa. Kulit buah kepuh juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan ramuan untuk membuat kue, sedangkan bijinya dapat dimakan dengan rasa yang gurih
2. Papan
Kayu pohon kepuh dapat digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan rumah, bahan pembuat kapal, kotak kontainer, serta kertas pulp. Tanaman kepuh telah dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi bangunan rumah terutama untuk kebutuhan bahan-bahan kayu gordin dan atap.
3. Kesehatan
Bagian kulit pohon dan daun kepuh dapat digunakan sebagai obat untuk beberapa penyakit antara lain rematik, diuretik, dan diaporetik. Daun kepuh, dalam bidang kesehatan digunakan sebagai obat rematik, luka, demam, TBC, radang selaput lendir mata, dan pusing kepala
b. Industri
Biji kepuh terdiri atas beberapa jenis asam lemak, dapat digunakan sebagai ramuan berbagai produk industri seperti kosmetik, sabun, sampo, pelembut kain, cat, dan plastik
c. Lingkungan
Kepuh berpotensial sebagai penghasil bahan bakar nabati (biofuel). Tentunya keberadaan potensi kepuh sebagai biofuel turut membuka peluang untuk memanfaatkan aspek ekologis dalam upaya pengurangan penggunaan bahan bakar fosil yang cenderung tidak ramah lingkungan. bagian-bagian dari pohon kepuh ini juga menyimpan berbagai potensi sumber daya yang dapat kita manfaatkan baik sebagai obat alternatif maupun sumber bahan bakar nabati.
Lingkungan SMA N 7 Purworejo
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kepuh
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kepuh#:~:text=Kepuh%20atau%20kelumpang%20
https://www.ciriciripohon.com/2020/02/ciri-ciri-pohon-kepuh-di-alam-liar.html?m=1
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Berkas:Starr_080305-3318_Sterculia_foetida.jpg
http://plantamor.com/species/info/sterculia/foetida#gsc.tab=0
Guru Pembimbing: Dra. Asiyah
Konten: Mayosha Arnelia Devi Etma (X MIPA 3), Syifana Rizqi Kautsarrani (X MIPA 3)
Editor: Zahra Aptari
Admin: Risang Palgunadi, S. Hum.; Sophia Saphira
TA 2021/2022