1. Akar
Sistem akar dari tanaman cengkeh adalah akar tunggang. Akar dari tanaman cengkeh ini sangat kuat. Maka tak heran jika ada pohon cengkeh yang bisa bertahan selama puluhan hingga ribuan tahun.
2. Batang
Cengkeh termasuk jenis tumbuhan perdu yang memiliki batang pohon besar dan berkayu keras serta memiliki kambium. Panjang batang utama tanaman cengkeh mencapai 10-15 meter, permukaan batangnya kasar, berbentuk bulat (teres) dan memiliki cabang-cabang yang dipenuhi banyak ranting. Kulit kayu pada batang berwarna abu-abu dan kasar, sedangkan kulit cabang dan ranting sangat tipis dan halus sehingga sulit dikelupas
3. Daun
Daun tunggal, panjang 6-13cm dan lebar 2,5cm-5cm, daun muda berwarna hijau muda dan daun tua berwarna hijau tua, tepi daun rata dan ujung daun runcing.
4. Bunga
Bunga cengkeh merupakan bunga majemuk berbentuk terompet berukuran kecil dengan panjang 1–2 cm dan tersusun dalam satu tandan yang keluar pada ujung-ujung ranting. Setiap tandan terdiri dari 2–3 cabang malai yang bisa bercabang lagi. Jumlah bunga per malai bisa mencapai lebih dari 15 kuntum. Diatas kelopak terdapat empat daun mahkota bunga berwarna putih kemerah-merahan. Bunga cengkeh yang masih muda berwarna keungu-unguan, kemudian berubah menjadi kuning kehijauan dan berubah lagi menjadi merah muda ketika sudah tua.
5. Buah
Buah cengkeh akan muncul pada ujung ranting daun, tangkainya pendek dan bertandan. Buah cengkeh termasuk buah majemuk karena terbentuk dari bunga yang majemuk. Panjang 2-2,5 cm. Tanaman cengkeh memiliki tangkai buah dari awal dengan warna hijau. Namun apabila sudah mekar, maka buahnya akan berubah menjadi merah atau merah kehitaman. Buahnya termasuk buah semu karena ada bagian bunga yang ikut ambil bagian dalam pembentukan buah. Buah cengkeh memiliki rasa yang khas sehingga sering dibuat sebagai tambahan rasa atau memperkuat aroma makanan.
6. Biji
Pohon cengkeh mampu menghasilkan biji setelah penanaman 5 tahun. Bijinya terdiri dari kulit (spedodermis), tali pusar (funiculus), dan inti biji (nukleus seminis). Bentuk biji konis panjang. Warna biji coklat tua kehitaman. Memiliki panjang kurang lebih 3cm dengan diameter 4mm.
Tanaman cengkeh membutuhkan tempat tumbuh atau lingkungan khusus untuk bisa berproduksi dengan baik. Faktor lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman cengkeh adalah iklim dan tanah. Faktor iklim meliputi tinggi tempat dari permukaan laut, jumlah, dan sifat hujan, serta paparan sinar matahari yang diterima tanaman. Iklim dengan curah hujan yang merata sepanjang tahun sangat baik untuk tanaman cengkeh karena tanaman ini tidak tahan terhadap musim kemarau yang terlalu panjang. Curah hujan yang dibutuhkan pada bulan kering berkisar antara 60-80 mm per bulan atau bulan-bulan basah selama sembilan bulan dan bulan-bulan kering selama tiga bulan dengan curah hujan sekitar 2.000-4.000 mm per tahun. Tanaman cengkeh tumbuh dan berproduksi dengan cepat jika ditanam di dataran rendah dan mengalami produksi yang lambat jika ditanam di dataran tinggi, bahkan terkadang tidak mau berproduksi sama sekali. Tanaman cengkeh akan baik jika mendapat sinar matahari langsung. tanaman ini tumbuh baik di daerah topi pada ketinggian 600-1.100 meter di atas pemukaan laut di tanah yang memiliki drainase baik. Di Indonesia, cengkeh cocok ditanam di daerah dataran rendah dekat pantai maupun di pegunungan pada ketinggian 900 mdpl. Perbanyakan tanaman cengkeh dapat dilakukan secara vegetatif dan generatif. Perbanyakan secara vegetatif dilakukan dengan cangkok, stek, dan kultur jaringan. Di Indonesia, umumnya perbanyakan cengkeh dilakukan dengan cara generatif (dengan biji), sehingga sering ditemukan pada suatu areal pertanaman cengkeh terdapat pohon-pohon yang memiliki kualitas bunga atau daun yang berlainan meskipun benihnya berasal dari satu jenis pohon induk.
a. Generatif (seksual)
Pembuahan ganda.
b. Vegetatif (Aseksual)
Sambung pucuk. Stek
a. Persiapan Bibit Cengkeh
Cara pertama untuk mendapatkan tanaman cengkeh agar cepat berbuah adalah dengan memilih bibit unggul cengkeh. Untuk buah cengkeh yang dianjurkan adalah buah cengkeh yang sudah tua, berwarna ungu kehitaman. Apabila sudah mendapatkan buah yang berkualitas, maka tahap berikutnya adalah memanfaatkan biji buahnya sebagai benih. Cara mendapatkan benih cengkeh dari buahnya dapat Anda lakukan dengan beberapa tahap berikut ini.
b. Persiapan Media Tanam
c. Pembibitan Cengkeh
Tanaman cengkeh sebaiknya disemai terlebih dahulu dengan menggunakan media tanam yang lebih kecil untuk menstimulasi pertumbuhan akar. Dengan demikian, pembibitan pun dapat dikontrol atau dipantau dengan mudah hingga pertumbuhan tunas. Langkah-langkah pembibitan :
d. Persiapan Lahan
Untuk tata cara menanam cengkeh agar berbuah lebat, tidak terlepas dari pengolahan lahan yang baik. Pengolahan lahan sebaiknya dilakukan dua bulan sebelum melakukan proses pemindahan bibit. Memang butuh waktu yang sedikit lebih lama guna menunggu lahan agar siap untuk ditanami. Metode pengolahan lahan yang baik:
e. Pemindahan Bibit Cengkeh
Yang dibutuhkan dalam memindahkan bibit cengkeh adalah bibit tanaman cengkeh itu sendiri serta lahan permanen yang akan dijadikan sebagai lahan tanam cengkeh. Bibit cengkeh yang sekiranya sudah dapat dipindahkan ke lahan permanen adalah bibit tanaman yang sudah berumur 2 tahun. Pemindahan bibit dapat dilakukan dengan tahapan berikut ini.
f. Perawatan Tanaman Cengkeh
Tanaman cengkeh yang sudah ditanam ke lahan permanen harus tetap dijaga pertumbuhannya, mengingat banyaknya hama peyakit yang dapat menyerang tanaman cengkeh. Hal ini dapat menyebabkan tanaman rusak hingga mati. Terutama di tahun-tahun awal, perawatan harus intens dilakukan guna menjaga pertumbuhan tanaman agar menjadi kokoh, besar, dan cepat berbuah. Perawatan atau pemeliharan tanaman cengkeh:
g. Proses Panen Cengkeh
Penantian untuk memanen cengkeh memang harus dijunjung dengan kesabaran. Untuk dapat memanen cengkeh, para pegiat tanaman harus menunggu hingga lima tahun lamanya. Diketahui bahwa satu pohon dapat menghasilkan 3 sampai 5 kg cengkeh. Satu pohon cengkeh dapat dipanen 3 sampai 6 kali. Jarak waktu untuk memanen adalah 5 sampai 7 hari. Pemetikan atau panen harus dilakukan di waktu yang tepat. Jika pemetikan dilakukan lebih awal ataupun terlambat maka cengkeh dianggap sebagai cengkeh yang kurang berkualitas. Proses panen cengkeh biasanya dilakukan dengan memetik bagian bunganya. Jangan sampai bunganya mekar karena yang biasanya dibutuhkan adalah bunga yang kuncup. Cukup petik bagian bunganya saja tanpa mengikutkan ranting dan daunnya. Hal ini bertujuan untuk menjaga pertumbuhan tunas tanaman cengkeh. Setelah memetik bunga, tempatkanlah bunga-bunga tersebut ke dalam keranjang atau wadah yang telah disiapkan.
Air rebusan cengkeh bermanfaat sebagai :
https://agrotek.id/klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-cengkeh/
https://jamupedia.com/ensiklopedi/cengkeh/
http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/83474/Budidaya-Tanaman-Cengkeh/
https://balittro.litbang.pertanian.go.id/?p=1913
https://www.gbif.org/species/3183002
Guru Pembimbing: Dra. Asiyah
Konten: Roy Ricardo (X MIPA 1)
Editor: Zahra Aptari
Admin: Risang Palgunadi, S. Hum.; Sophia Saphira
TA 2021/2022